8 Hal Persiapan sebelum Menanam Padi

Rabu, 09 Mei 2018

8 Hal Persiapan sebelum Menanam Padi

Padi adalah bentuk beras sebelum dapat dikonsumsi oleh manusia terutama oleh masyarakat Indonesia yang notabene memiliki makanan pokok berupa nasi. Itulah mengapa padi tidak pernah berkurang peminatnya dan bahkan akan selalu ada di sepanjang kehidupan. Apakah Anda tertarik untuk menanamnya di lahan milih Anda sendiri? Bila benar, maka Anda perlu memperhatikan 8 hal berikut ini sebelum menanam padi. Delapan hal ini dipercaya dapat membantu Anda dalam proses penanaman sampai panen. Tak perlu berlama lagi, mari kita mulai dari yang pertama, yakni masalah pengolahan tanah. Tanah adalah media yang menjadi tempat hidupnya padi. Maka dari itu tanah harus sangat diperhatikan agar menjadi penyuplai nutri untuk padi. Pastikan tanah bersih dari gulma atau rumput pengganggu, kemudian berikan air dan kemudian lakukan proses pembajakan agar tanah menjadi gembur.

Membajak Sawah
Membajak Sawah

Anda dapat menggunakan traktor atau dengan bajak seperti masa lalu untuk menyelesaikan proses ini. Setelah gembur, genangi lahan dengan air setinggi 5 sampai 10 cm dan biarkan selama 2 minggu agar tanah menjadi lumpur dan racun benar-benar dinetralisir oleh air. Kemudian setelah itu lakukan pemilihan bibit. Pemiliah bibit ini sangat penting karena menjadi salah satu faktor utama hasil yang baik dan memuaskan. Cara untuk mendapatkannya adalah dengan merendam benih padi setidaknya 100 butir bibit ke dalam air selama kurang lebih 2 jam. Kemudian letakkan benih yang sudah direndam di atas kain yang sudah dibasahi. Selanjutnya pilih benih yang berkecambah. Bila ada setidaknya 90 benih berkecambah, maka benih dapat dilanjutkan ke dalam proses persemaian. Fase persemaian ini penting dalam menanam padi.

Durasi persemaian dapat berlangsung selama 2 minggu sampai benih benar-benar berkecambah. Disarankan untuk menyiapkan lahan persemaian kurang lebih 500 meter persegi untuk setiap 1 hektare lahan sawah. Pastikan kondisi media tetap berlumpur untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Anda juga disarankan menggunakan pupuk urea. Barulah setelah itu Anda masuk dalam proses menanam padi. Proses ini dimulai ketika benih padi berusia kurang lebih 14 hari atau 12 hari. Ciri-cirinya adalah sudah berdaun 2 sampai 3 helai. Untuk melakukan penanaman ini, Anda dapat menggunakan cara lama yakni dengan tangan Anda sendiri atau dengan mesin atau alat. Mesin dan alat ini memiliki spesifikasi berbeda dimana mesin memiliki kelebihan dalam hal otomatisasi dan efisiensi yang lebih besar. Namun dengan tangan pun tak masalah, Anda dapat membenamkan setiap benihnya 1 sampai 15 cm ke dalam tanah.

Bila proses penanaman sudah selesai, selanjutnya Anda harus menyiangin padi Anda. Ini juga menjadi langkah penting setelah menanam padi baik dengan tangan maupun dengan alat atau mesin. Pastikan padi-padi Anda tidak terganggu dengan rumput liar yang ada di kanan kirinya. Biasanya proses ini dimulai pada usia ke 21 hari. Selanjutnya lakukan juga pemupukan. Pemupukan bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Selain itu, dengan pemukukan padi akan lebih tahan dari hama seperti wereng atau belalang. Pemupukan juga dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni pada tanah atau dengan penyemprotan pupuk khusus dengan alat semprot. Perhatikan juga hama tikus yang menjadi ancaman serius para petani padi. Kemudian hal terakhir adalah pada masa panen. Panen dapat dilakukan pada saat gabah sudah berwarna kuning dan buah padi sudah terlihat menunduk karena telah terisi beras.