Cara Menanam Padi di Sawah

Senin, 26 November 2018

Cara Menanam Padi di Sawah

Padi adalah tanaman yang akan selalu dibutuhkan selama manusia hidup. Tanaman ini akan menghasilkan beras yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat di Indonesia. Dengan pasarnya yang besar, padi tidak akan pernah surut dari peminat. Biasanya padi ditanam di lahan seluas sawah yang berhektar-hektare dengan panen pada 3 bulan sekali. Apakah Anda tertarik untuk menanamnya di sawah Anda sendiri? Bila benar, mari kita lihat langkah-langkah berikut ini sebelum Anda memulai untuk menanam padi. Langkah yang pertama adalah memilih benih padi yang baik. Benih yang baik akan menghasilkan beras yang baik pula. Kemudian setelah itu Anda harus menyiapkan persemaian. Hal ini bertujuan untuk menyemai benih padi sebelum benar-benar di tanam. Biasanya, untuk 1 hektare lahan tanam membutuhkan lahan persemaian seluas 400 meter persegi. Jangan lupa juga drainasenya.

Cara Tanam Padi
Cara Tanam Padi

Proses ini dapat berlangsung selama 25 hari. Sembari menunggu hari persemaian berakhir, Anda dapat mengolah tanah terlebih dahulu. Pengolahan ini berutjuan membuat tanah lebih siap untuk ditanami. Biasanya langkah ini menggunakan traktor dalam 3 tahap, yakni pembersihan, pencangkulan, dan pembajakan. Barulah setelah itu penanaman dapat dilakukan dengan mengambil bibit padi yang sudah disemai. Pada fase ini, ada 2 cara menanam padi, yakni dengan menggunakan tenaga manusia yang mana Anda membutuhkan banyak sekali penanam bila lahan Anda sangat luas. Atau dengan menggunakan mesin yang biasa disebut dengan riceplanter. Mesin ini tersedia dalam bentuk yang sederhana mulai dengan harga jutaan sampai mesin yang canggih dan memungkinkan Anda tak terkena lumpur sama sekali dengan harga mencapai ratusan juta. Anda memilih dengan tangan manusia atau dengan mesin?

Dalam prosesnya, benih di tanam dalam kedalaman 2 cm saja. Setiap lubang biasanya hanya diisi satu benih. Namun di beberapa tempat terdapat 2 sampai 3 benih di setiap lubangnya. Kemudian jarak tanam juga dapat diatur dengan ukuran 20 cm x 20 cm atau 25 cm x 25 cm. Selain itu ada juga metode sistem tanam yang populer dengan sebutan legowo. Sistem ini memiliki cara tanam berselang seling 2 baris dan 1 baris kosong. Ukurannya ada pada kisaran 40 x 20 x 10 cm. Menariknya lagi, pada beberapa mesin tanam padi sudah dibuat dengan setting model legowo seperti ini. Inilah mengapa banyak petani saat ini kemudian beralih dari petani dengan tenaga menjadi petani dengan mesin atau alat khusus. Namun hal ini belum selesai, proses selanjutnya adalah pemupukan.

Baca Juga Spek kegunaan dan harga :
Proses ini bertujuan untuk menambah kandungan hara yang ada di dalam tanah sehingga padi tetap dapat tumbuh dengan semestinya. Anda juga dapat mengukur kebutuhan unsur hara dengan menyesuaikan warna daun padi dengan BWD atau Bagan Warna Daun. Selanjutnya, cara menanam padi juga diikuti dengan cara merawat dan memeliharanya. Proses ini sebenarnya tidaklah rumit, Anda hanya harus menyianginya secara rutin dan menghilangkan gulma yang mungkin muncul di sekitar padi Anda. Biasanya penyiangan dilakukan pada saat padi berusia 15 hari dan tahap ke-2 pada umur 30 sampai 35 hari setelah masa tanam. Setelah itu Anda dapat menanti masa panen. Pada masa panen tersebut, Anda dapat memanennya dengan sabit atau dengan harvester. Bila Anda menggunakan harvester, maka prosesnya akan menjadi lebih cepat dan efisien. Demikian sekilas tentang bagaimana menanam padi di sawah.